Tiongkok: Nyaris jadi negara Kristen?

Kerajaan Surgawi Taiping

——————————–

Sekarang ini kita tahu bahwa negara China (Republik Rakyat China) adalah sebuah negara yang berpaham sosialis-komunis, sedang Republik China (Taiwan)  berpaham demokrasi Sekuler. Tapi tahukah kamu kalau China pernah nyaris menjadi negara Kristen?

Pemberontakan Taiping (1850-1864) adalah sebuah pemberotakan terhadap pemerintahan Dinasti Qing  (yang nota bene bukan berasal dari etnis Han yang mayoritas di China, tapi dari etnis Manchu) yang dilakukan oleh sebuah sekte Kristen bernama Taiping (“Damai”). Sekte ini dipimpin oleh seorang bernama Hong Xiuquan.

Hong Xiuquan pada awalnya adalah seorang rakyat biasa. Ia berulang kali mencoba mengikuti ujian untuk menjadi pegawai negri, namun selalu gagal. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang misionaris di kota Kanton (sekarang Guangdong). Ia diberi Alkitab dan mulai mendalami ajaran Kristen.

Akhirnya Hong Xiuquan benar-benar memeluk Kristen, dan mulai mendapat penglihatan-penglihatan. Ia mengklaim bahwa ia pernah naik ke surga selama 40 hari pada tahun 1837, di mana ia bertemu Allah Bapa dan Yesus Kristus. Sepulangnya dari “Surga” ia mengumpulkan pengikut dan menyebut alirannya Taiping. Ia akhirnya melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Qing yang dianggap korup pada tahun 1850. Ia berhasil mengumpulkan banyak pengikut, mengalahkan garnisun tentara Qing di berbagai tempat sampai akhirnya 700.000 tentara Taiping yang menamai diri mereka “Bala Tentara Surgawi Taiping” memasuki ibukota Qing pada saat itu, Nanjing, pada tahun 1853.

Hong Xiuquan menguasai daerah luas di selatan dan tengah China, dan menamai negara barunya “Kerajaan Surgawi Taiping” dengan ibukota Nanjing. Ia sendiri menyebut dirinya “Raja Surgawi Hong Xiuquan”. Di seluruh daerah kekuasaannya ia memberlakukan berbagai aturan baru, seperti:

1.Materi ujian pegawai negeri yang semula buku-buku klasik Kong Hu Cu diganti dengan Alkitab.
2.Kepemilikan tanah pribadi dilarang, dan semua tanah menjadi milik negara.
3.Kalender Masehi menggantikan Kalender China
4.Kelas-kelas masyarakat dihapus, dan diadakan kesetaraan gender untuk perempuan
5.Rambut gaya Qing (botak di depan dan kuncir di belakang) dilarang dan diganti dengan gaya Taiping (rambut dibiarkan memanjang seperti pada zaman pra-Qing)
6.Pelarangan terhadap opium, judi, alkohol, tembakau, poligami (selir), perbudakan, dan prostitusi.

Sayangnya, hukum-hukum tersebut tidak dijalankan dengan baik karena fokus negara adalah pada militer. Di pedesaan banyak dari hukum tersebut yang dilanggar. Selain itu meski poligami dilarang para jendral Taiping dan bahkan Hong Xiuquan sendiri tetap memiliki banyak selir.

Kerajaan Surgawi Taiping tidak bertahan lama. Tentara Qing yang dibantu oleh Inggris dan Perancis terus menekan negara baru ini dari berbagai arah, hingga akhirnya Kerajaan Surgawi ini runtuh saat ibukota Nanjing berhasil direbut kembali oleh tentara Qing pada tahun 1864. Hong Xiuquan sendiri meninggal pada tahun yang sama karena keracunan makanan. Ia memakan tanaman liar karena persediaan makanan dalam kota sudah habis ketika Nanjing dikepung tentara koalisi. Ia dikuburkan di istana Nanjing, namun kemudian seorang jendral Qing, ketika telah berhasil merebut kota, mengangkat tubuh sang Raja Surgawi, dibakar, dan abunya ditembakkan dengan meriam. Hal ini dilakukan agar ia “tidak akan pernah memperoleh kedamaian”.

Pertanyaan yang muncul, kenapa Kerajaan Surgawi Taiping tidak bertahan? Sebagai negara Kristen, seharusnya dengan mudah dapat diperoleh dukungan negara-negara barat yang juga Kristen. Dua kekuatan kolonial terkuat pada masa itu adalah negara Kristen, Inggris yang Protestan dan Perancis yang Katolik. Tetapi keduanya malah membantu Qing melawan Taiping. Tentu ada alasan-alasan politik, tapi selain itu juga ada masalah dengan doktrin yang dipegang oleh aliran Kristen Taiping.

Kristen Taiping mengakui, melalui klaimnya sendiri, bahwa Hong Xiuquan adalah adik dari Yesus Kristus. Mereka juga tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan; sebab bila Sang Adik adalah manusia, mana mungkin Sang Kakak adalah Tuhan? Roh Kudus juga hanya dianggap sebagai “nafas Tuhan” saja. Ketika para misionaris barat menjelaskan melalui surat bahwa Yesus Kristus adalah Putra Tunggal Allah, Hong Xiuquan mencoret kata “Tunggal” dari surat mereka. Ia juga menuliskan semua pengalaman spiritualnya, termasuk pertemuannya dengan Allah Bapa dan Yesus di Surga menjadi sebuah buku, yang ditambahkan ke dalam Alkitab versi Taiping.

Perbedaan doktrin yang cukup mencolok ini membuat Gereja-gereja barat, baik Katolik maupun Protestan, tidak dapat menerima doktrin Taiping. Sekte Taiping dianggap heterodoks, berbeda dari keyakinan mayoritas Kristen yang ortodoks. Hal ini menjadi satu sebab mengapa Pemberontakan Taiping hanya mendapat sedikit dukungan dari negara-negara barat, meskipun agama yang mereka anut adalah Kristen.

Referensi:
Spence, Jonathan D. 1996. God’s Chinese Son: The Taiping Heavenly Kingdom of Hong Xiuquan. New York: W.W. Norton & Company

“Taiping Rebellion”, Wikipedia, the free encyclopedia.
http://en.wikipedia.org/wiki/Taiping_Rebellion

Source :http://deus-vult.friendhood.net/t14-cina-nyaris-jadi-negara-kristen

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar anda :) Kata-kata anda mencerminkan nilai diri anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s