Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tiong Hoa

Kerusuhan-kerusuhan yang menimpa etnis Tionghoa antara lain pembunuhan massal di Jawa 1946-1948, peristiwa rasialis 10 Mei 1963 di Bandung, 5 Agustus 1973 di Jakarta, Malari 1974 di Jakarta, Kerusuhan Mei 1998 di beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Solo ,dll. serta berbagai kerusuhan rasial lainnya
Beberapa contoh kerusuhan rasial yang terjadi yaitu :
Bandung, 10 Mei 1963
Kerusuhan anti suku peranakan Tionghoa terbesar di Jawa Barat. Awalnya, terjadi keributan di kampus Institut Teknologi Bandung antara mahasiswa pribumi dan non-pribumi. Keributan berubah menjadi kerusuhan yang menjalar ke mana-mana, bahkan ke kota-kota lain seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan.
Pekalongan, 31 Desember 1972
Terjadi keributan antara orang-orang Arab dan peranakan Tionghoa. Awalnya, perkelahian yang berujung terbunuhnya seorang pemuda Tionghoa. Keributan terjadi saat acara pemakaman.
Palu, 27 Juni 1973
Sekelompok pemuda menghancurkan toko Tionghoa. Kerusuhan muncul karena pemilik toko itu memakai kertas yang bertuliskan huruf Arab sebagai pembungkus dagangan.
Bandung, 5 Agustus 1973
Dimulai dari serempetan sebuah gerobak dengan mobil yang berbuntut perkelahian. Kebetulan penumpang mobil orang-orang Tionghoa. Akhirnya, kerusuhan meledak di mana-mana.
Ujungpandang, April 1980
Suharti, seorang pembantu rumah-tangga meninggal mendadak. Kemudian beredar desas-desus: Ia mati karena dianiaya majikannya seorang Tionghoa. Kerusuhan rasial meledak. Ratusan rumah dan toko milik suku peranakan Tionghoa dirusak.
Medan, 12 April 1980
Sekelompok mahasiswa USU bersepeda motor keliling kota, sambil memekikkan teriakan anti suku peranakan Tionghoa. Kerusuhan itu bermula dari perkelahian.
Solo, 20 November 1980
Kerusuhan melanda kota Solo dan merembet ke kota-kota lain di Jawa Tengah. Bermula dari perkelahian pelajar Sekolah Guru Olahraga, antara Pipit Supriyadi dan Kicak, seorang pemuda suku peranakan TiongHoa. Perkelahian itu berubah menjadi perusakan dan pembakaran toko-toko milik orang-orang TiongHoa.
Surabaya, September 1986
Pembantu rumah tangga dianiaya oleh majikannya suku peranakan TiongHoa. Kejadian itu memancing kemarahan masyarakat Surabaya. Mereka melempari mobil dan toko-toko milik orang-orang TiongHoa.
Pekalongan, 24 November 1995
Yoe Sing Yung, pedagang kelontong, menyobek kitab suci Alquran. Akibat ulah penderita gangguan jiwa itu, masyarakat marah dan menghancurkan toko-toko milik orang-orang Tiong Hoa.
Bandung, 14 Januari 1996
Massa mengamuk seusai pertunjukan musik Iwan Fals. Mereka melempari toko-toko milik orang-orang TiongHoa. Pemicunya, mereka kecewa tak bisa masuk pertunjukan karena tak punya karcis.
Rengasdengklok, 30 Januari 1997
Mula-mula ada seorang suku peranakan Tiong Hoa yang merasa terganggu suara beduk Subuh. Percekcokan terjadi. Masyarakat mengamuk, menghancurkan rumah dan toko TiongHoa.
Ujungpandang, 15 September 1997
Benny Karre, seorang keturunan Tiong Hoa dan pengidap penyakit jiwa, membacok seorang anak pribumi, kerusuhan meledak, toko-toko TiongHoa dibakar dan dihancurkan.
Februari 1998
Kraksaan, Donggala, Sumbawa, Flores, Jatiwangi, Losari, Gebang, Pamanukan, Lombok, Rantauprapat, Aeknabara: Januari – Anti Tionghua
Kerusuhan Mei 1998
Salah satu contoh kerusuhan rasial yang paling dikenang masyarakat Tionghoa Indonesia yaitu Kerusuhan Mei 1998. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Solo. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang terbunuh, terluka, mengalami pelecehan seksual, penderitaan fisik dan batin serta banyak warga keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.
Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian orang-orang tersebut.
5-8 Mei 1998
Medan, Belawan, Pulobrayan, Lubuk-Pakam, Perbaungan, Tebing-Tinggi, Pematang-Siantar, Tanjungmorawa, Pantailabu, Galang, Pagarmerbau, Beringin, Batangkuis, Percut Sei Tuan: Ketidakpuasan politik yang berkembang jadi anti Tionghoa.
Jakarta, 13-14 Mei 1998
Kemarahan massa akibat penembakan mahasiswa Universitas Trisakti yang dikembangkan oleh kelompok politik tertentu jadi kerusuhan anti Cina. Peristiwa ini merupakan persitiwa anti Cina paling besar sepanjang sejarah Republik Indonesia. Sejumlah perempuan keturunan Tionghoa diperkosa.
Solo, 14 Mei 1998 Ketidakpuasan politik yang kemudian digerakkan oleh kelompok politik tertentu menjadi kerusuhan anti Tionghua.
sumber :
Mau Berbisnis dgn modal minim… klik : http://reloadbiz.co.nr/
Iklan

46 responses to “Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tiong Hoa

  1. Etnis Tionghoa pada awalnya adalah pendatang dari luar negeri,dari negara China,pada saat generasi pertama mereka datang ke Indonesia.Pada saat itu China adalah negara yg sangat miskin&sengsara,jauh lebih miskin dari Indonesia,karena mereka adalah negara komunis,negara yg sangat tertutup sama sekali dgn pengaruh dari luar,negara tanpa agama,negara yg tidak berinteraksi dengan dunia luar(seperti Korea Utara saat ini),sehingga penduduk China menyebar ke seluruh dunia,termasuk Indonesia.Setelah mereka menempati tanah yg baru &dan mendapatkan kesempatan mencari nafkah di tanah yg baru,etnis Tionghoa seharusnya bisa lebih membaur dgn penduduk lokal,tidak diskriminasi terhadap ras lain,saling bantu-membantu dgn ras lain.Tapi pada kenyataannya etnis Tionghoa kurang bisa membaur dengan masyarakat pribumi,mengeksklusifkan diri,menganggap derajat mereka paling tinggi dibandingkan dengan ras lain,sehingga mereka mempunyai sifat diskriminasi yg semena-mena.Situasi ini sudah berjalan ratusan tahun,dan bisa meledak sewaktu-waktu seperti bom waktu,dan puncaknya adalah pada saat Mei 1998.Setiap kejadian pasti ada hikmah yg bisa diambil,supaya kita bisa berintrospeksi diri,supaya kejadian Mei 1998 tidak terulang lagi.Pembauran itu indah,karena bisa membuat bangsa dan negara tercinta Indonesia lebih maju lagi.Sudah saatnyalah semua ras yg hidup di bumi Indonesia bersatu untuk membangun bangsa ini.Bravo Indonesia !!!!

    • maaf sdr M Rifky sebaiknya anda kembali membaca buku-buku anda, jika tidak silahkan browsing diinternet lagi sebelum berkomentar 🙂

      pertama: bangsa tionghoa sudah lama datang Indonesia,bahkan sudah mengakar budaya dengan Indonesia,banyak kebudayaan indonesia yang berasal dari tiongkok salahsatunya wayang(dibawa oleh salah satu walisongo sunan kali jaga yang merupakan keturunan tionghoa dan berasal dari wayang potehi tiongkok),agama mayoritas penduduk indonesia juga disebarkan oleh masy tiongkok pada mulanya(ada dibanyak litelatur sejarah kita),6 dari 9 walisongo juga disebut-sebut sebagai orang tionghoa,baju muslim masyarakat indo juga berasal dari tiongkok,kuliner nusantara sangat diwarnai cita rasa tiongkok yang tentu telah dimodifikasi(bak cang,nasi goreng,bak so,bak pia,dll itu berasal dari tiongkok) ,dalam kemerdekaan juga bangsa tionghoa banyak sekali berpengaruh andil bagian(sangat berpengaruh malah) kita tengok rengasdengklok yangmana rumah yang dipakai adalah rumah etnis tionghoa,penyusunan pancasila juga tidak luput(dan masih banyak lagi) namun karena kebijakan rezim suharto jaman dahulu yang anti tionghoa dan tiongkok jadi banyak yang tidak dicatat dalam sejarah sekolah namun diberbagai litelatur masih bisa ditemui, bahkan komunispun andil banyak dalam kemerdekaan dan menjaga kemerdakaan kita saat jaman soekarno(pada masa itu indonesia tidak didukung US saat akan mendeka sehingga meminta restu komunis dan akhirnya merdekalah kita) dan yang paling mengejutkan lagi adalah pernah ada penelitian yang mengatakan bahwa leluhur orang indonesia berkulit putih adalah bangsa tiongkok yang berlayar ke nusantara pada jaman dahulu, kulit gelap papua dari bangsa afro,sedangkan kulit coklat berasal dari perpaduan etnis tiongkok utara(mainland china termasuk),india,dan campur dengan lainnya.

      kedua: soal komunis dan miskin itu juga tidak sepenuhnya benar apalagi kalo anda cermat mayoritas suku tionghoa yang ada dan tinggal diindonesia adalah tenglang(hokkian)/tang ren(dalam bhs mandarin) yang umumnya berasal dari tiongkok selatan(taiwan) nah taiwan kan KMT nasionalis bukan komunis seperti di RRT/mainland/china, jadi sangat tidak tepat berkata demikian

      ketiga: soal tidak membaur,ekslusif dan stereotipe lain lain itu juga tidak sepenuhnya benar, kecuali anda tinggal di lingkungan yang memang sangat rasis, coba anda tengok ke daerah singkawang,benteng dan tempat-tempat lainnya pasti generally mereka tidak akan spt itu

      terimakasih 🙂

      • Dek Faig Fakhri, terima kasih atas penjelasannya yg sangat bijak dan wawasan yg luas, sejarah dan fakta yg di di tuliskan, Tuhan memberkati

      • Mama saya orang asli java dan ayah saya asli orang cina, saya lahir di Turisari, Solo, semasa kecil saya bermain di Mangkubumen. SD saya di sekolah Cina, SMA sawya disekolah Katolik, dan saya selanjut 3 tahun di GAMA, seterusnya saya lulus universitas di Eropa.
        Nah saya memiliki kwalitas Jawa, Cina dan Eropa. Saya orang dunia.
        Masa kecil saya sangat miskin, pernah makan gaplek (singkong kering) + gula pasir? Pernah makan nasi kecap + irisan brambang merah?
        Nah orang harus bertumbuh dan maju, jangan berpikiran sempit. Kesempatan itu harus ditangkap dan dilancarkan..
        Ini mencerminkan nilai diri saya sebagai orang dunia.

      • Anda mengatakan bahwa sunan Kalijaga merupakan keturunan Tionghoa itu sumbernya dari mana? Apa mungkin yang anda maksud Raden Patah. Kalau Raden Patah memang beberapa sumber mengatakan bahwa ia keturunan Tionghoa.
        Kalau sunan Kalijaga, dalam bukunya “Sunan Muria, antara fakta dan legenda? Umar Hasyim menyebutkan bahwa sunan Kalijaga adalah merupakan keturunan asli Jawa.
        Pada waktu Raden Wijaya, yaitu menantu Prabu Kertanegara dari Singasari, melarikan diri dari Singasari, beliau ini didampingi oleh Panglima Ranggalawe dan Nambi. Pada akhirnya Ranggalawe ini diangkat menjadi Adipati Tuban, dan akhirnya menurunkan acak cucu yang sampai kepada sunan Kalijaga.
        1. Adipati Ranggalawe
        2. Berputera Ario Tejo I (Bupati Tuban)
        3. Berputera Ario Tejo II (Bupati Tuban)
        4. Berputera Ario Tejo III (Bupati Tuban)
        5. Berputera Raden Tumenggung Wilotikto (Bupati Tuban)
        6. Berputera raden Mas Said (sunan Kalijaga)
        7. Berputera Raden Umar Said (sunan Muria)

    • Sikap yang memaksa pihak minoritas yang harus selalu mengalah sama sekali tidak mencerminkan Keadilan dan HAM. Integrasi (Persatuan) suatu Bangsa tidak harus dengan menghilangkan ciri khas identitas suatu golongan yang kebetulan minoritas, akan tetapi justru semua golongan harus bisa menerima fakta adanya Kebhinekaan yang indah. (Lebih indah pelangi atau sekedar sinar satu warna?)
      Coba pikir mengapa gado-gado enak? Justru karena semua jenis sayuran/ tempe/ tahu/ telur/dll komponennya digabung di satu wadah, akan tetapi masih kelihatan di mata dan terasa di lidah perbedaan masing-masing komponennya yang sama-sama direkat oleh saus kacang yang nikmat. Coba semua komponen gado-gado ditumbuk/ diblender jadi satu sehingga tidak terlihat mana sayur, mana tahu, mana tempe, mana telur, hanya rasa saus kacang yang mendominasi. Masih seenak gado-gado original yang terlihat dan terasa masing-masing komponennya?
      Coba direnungkan. Itulah hakikat Bhinneka Tunggal Ika.

  2. Saya pribumi murni. Bertahun2 saya bekerja sebagai buruh pernah berganti-ganti majikan cina yang berbeda, namun satu kesamaan: mereka menganggap ras mereka lebih mulia daripada jawa. Yang lebih menyakitkan lagi meski jabatan dan senioritas saya lebih tinggi dari rekan sejawat yang etnis cina tapi gaji dan fasilitas saya lebih rendah. Belakang saya ketahui rekan cina saya tsb korup dan memiliki perusahaan sendiri dan menyaingi (bekas) majikannya.

  3. ngak kau ceritakan setelah Ri merdeka, ketika NICA masuk , kakek/bapak kau membentuk Tentara Tionghoa (TT) dan bergabung dgn dgn NICA utk bentuk negara Tiongha di Bangka.Dgn dukungan NICA , melawan TKR dan banyak anggota TKR mati melawan TT dan NICA.Kalian Cina2 keparat di RI sdh berulang kali berhianat mulai dari zaman Belanda , waktu RI baru merdeka dgn Poh An TUI, thn 65 melalui PKI..dan jaringan cina keparat yg dikoordiasi arif dan Sofya Wanandi, CSIS waktu menumbangan Suharto, ketika suhato mulai tersadar bgmn sebenarnya cina itu.Berarti si Ahok babi itu keturunan TT yg mau berontak thd RI.Tapi untunglah ada internet ..akan kubuka sisi2 gelap Cina yg ada di RI yg selama ini selalu disimpan/diplintir sehingga pribumi akan tersadar siapa cina itu sebenarnya.Dan dgn mudah2an adanya iternet..informasi utk semua..akan terjadi efek spt “arab spring” dan akan membuat “amoek Cina” yg pasti terjadi nantinya yg maha dahsyat jauuuuh dari mei 98

    • Kasihan, Anda mungkin pernah mengalami pengalaman buruk dengan etnis Tionghoa di masa lalu, entah mungkin ditipu atau dipecat, makanya Anda seolah memiliki dendam kesumat terhadap etnis Tionghoa.

      Kalau bicara soal pengkhianatan negara, coba Anda pelajari sejarah nasional lebih dalam lagi. Pemberontakan PKI di Madiun yang didalangi Aidit, apakah beliau seorang Tionghoa? Pemberontakan DI/TII yang diketuai Kahar Muzakar apakah seorang Tionghoa? Pemberontakan Permesta di Makassar & Manado apakah juga berisikan kaum Tionghoa? Peristiwa G-30S/PKI yang dipimpin Letkol Untung bin Syamsuri, apakah juga berdarah Tionghoa? Pemberontakan RMS di Maluku, GAM di Aceh dan OPM di Papua, apakah semuanya adalah orang-orang Tionghoa?

      Sekarang ini rakyat Indonesia semakin pintar, isu-isu SARA semakin tidak laku, buktinya lihat saja Ahok bisa terpilih sebagai gubernur di ibukota Indonesia. Ironisnya 17 tahun lalu, Jakarta dilanda kerusuhan rasial yang menargetkan etnisnya Ahok. Tanyakan hati kecil Anda, lebih pilih memiliki gubernur beretnis Tionghoa tapi bisa menyejahterakan rakyatnya atau punya gubernur satu suku dan seakidah tapi perilakunya korupsi dimana-mana?

      Yang pasti kalau terjadi kerusuhan ala Mei 98 lagi di Jakarta, perekonomian Indonesia akan lumpuh total, dan Anda akan jadi korban pengangguran yang bisa jadi ikutan mengutuk karena merasakan dampaknya. Jadi tolong jangan sembarangan berucap.

      • Tionghoa dan Tiongkok itu ANJING!!!
        menjarah kekayaan alam indonesia lalu kabur ke china.. krn sejatinya mereka itu maling tersenyum.
        Bodoh nya lagi Orang Jawa khususnya Solo dan Surabaya mengakui kalau peranakan tionghoa ini sebagai bagian dari suku jawa padahal kalau memang jawa tidak mungkin suami atau istri nya sama2 berwajah sipit dan tai bermodalkan bahasa jawa medok mengisyaratkan warga pribumi.
        Tionghoa itu anjing yang tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar nya dan selalu hidup dalam koloni sendiri.
        Kalau ada kesempatan kerusuhan sekali lagi, mari saudara pribumi ku kita habisi/bunuh hanya laki2 tionghoa saja sehingga garis keturunan mereka terputus.. lalu wanita nya akan terpaksa membaur dan menikah dengan pribumi sehingga akan menghasilkan bibit yang berkualitas.
        Ingat hanya membunuh laki2 saja karena membunuh perempuan bukanlah hal terpuji untuk bangsa yang memiliki nilai2 agama dalam melindungi kaum perempuan.

        • Horeeee saya suka ini orang macam, saya suka ini negara hancur, kalau kasih nt uang itu namanya gaul kalau tidak di bilang tidak gaul, mata dunia lagi tunggu mau lihat ini negara di hancurkan oleh anak moyang anjin arab wkwkwkwk

      • imigran cina ilegal banyak banget
        gak kedaftar
        pada diumpetin mafia cina indonesya

        kalo dilihat dari data sensus
        pertumbuhan tionghoa sangat cepat
        kalo hanya berdasarkan kelahiran ini mustahil
        jumlahnya meningkat cepat

        hati-hati pribumi

    • Hmm, anda orang bangka?
      Sok tau sejarah bangka. China masuk bangka dri zaman sriwijaya bung.
      Gw orang bangka, dimari orang china dah membaur, melayu di bangka bnyak juga yg keturunan china.

    • Dasar orang jawa bodoh semua.. le siau nang.
      Eh kalian itu pribumi miskin semua ya wajar kalau kami perlakukan rendah ya karena memang orang kasta rendahan koq. Kapan mau serang kami jangan cuma MIMPI! Dasar orang jawa itu kalau disuruh makan tai aja mau yang penting dikasi duit.. liat aja surabaya sudah kami kuasai, sebentar lagi jakarta lewat yang mulia ahok san. Nantinya kami akan balas mei 98 pada para pribumi bodoh dongok dan mata duitan. Tunggulah wahai pribumi setan

    • Horeee saya suka ini macam orang, hai..ya kalau mau bikin ribut jangan lupa kasih tahu saya , nanti nt saya kasih bensin dan korek api, ingat iya nt kasih tahu saya, saya dukung dengan senang hati, kita kasih lihat sama lima miliar pasang mata juga telinga kalau orang pribumi ini macam paling pandai

  4. gimana mau maju negara ini , tidak bisakah kita bergandengan tangan untuk membangun negeri ini. Pelangi indah karena banyak warnanya, indonesia besar dan juga indah karena keragaman suku bangsanya.

  5. Jawa cina eropa arab malaysia dsb…dmn2 semua sama…trgtg kita memandang suku agama bangsa ini dlm sisi positif atau sisi negatifnya,,,jd jgnlah suka mnjlk2kan/menghakimi ,lbh baik slg menghormati cukup baguslah,klo tdk bisa membantu org lain,ckp bantulah diri kita sendiri dr pikiran2 merusak moral kita sdr,drpd membahas hal2 yg memancing emosi,mari kita bersama berjabatan tgn berdoa membangun negara kita berpijak ini agar slrh bangsa tetap semangat kerja,kerja dan kerja..positif positif dan positiflah,sadarlah kiamat mau dekat,,sll dekatkanlah diri pd Yg Maha Besar..krn hny Dia yg Maha tau dan Maha Pengampun..

      • Maaf “Cina Totok”:
        Saya tidak tahu kamu itu berasal dari mana. Tetapi Masyarakat Kota Surabaya, apalagi sekarang, adalah Masyarakat Kota yang saling kompak dan bahu membahu untuk melawan para Preman2, Tukang Palak, dll. Beda sekali dengan Ibukota Jakarta, Kota Makassar, Kota Medan, dst. Ironisnya, Masyarakat Kota Surabaya yang dianggap Kota Terbesar ke 2 setelah Jakarta tetapi tingkat kejahatannya relatif rendah dan saya tidak (belum) menemukan adanya Ormas2 Masyarakat yang suka memalak para pedagang2 di Pasar.
        Saya bangga sebagai warga Kota Surabaya dan Bu Risma sebagai Walikota Surabaya yang patut diacungkan jempol.

  6. Org keturunan china/tionghoa sebaiknya lbh bisa lagi membaur dg pribumi. Harus lebih bijaksana lagi. Jika jadi bos/majikan jangan suka berlaku kasar kpd buruh/pembantu. Menegur bawahan yg berbuat salah hrs lbh santun.
    Jangan merasa dirinya yg paling super. Jangan merasa dirinya yg berjasa, yg menganggap dirinya yg mengasih makan pribumi, sbb telah menggaji mereka,

    & janganlah berlaku diskriminasi jika anda tdk mau didiskriminasikan. Janganlah minta org lain yg memahami anda. Tetapi andalah yg seharusnya memahami karakter org pribumi yg mayoritas. Jika anda paham & bijak, maka anda akan damai tinggal dibumi Panca Sila ini.

    • Benar. Kita semua orang Asia Tenggara (Austronesian dan Austroasiatic) dan Asia Timur (Sino Tibet dan Tibeto Burmese) juga sama2 makan nasi sebagai makanan pokok kita. Memang ceritanya agak lain jika kita membicarakan tentang orang Cina Utara seperti orang Beijing, XI’an lalu Bangsa Altai seperti orang Mongolia Dalam, Jepang dan Korea (Utara dan Selatan) dan orang2 Indonesia Timur (Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua) secara rupa fisik dan DNA (Autosomal dan Uniparental DNA Haplogroups). Saya sarankan kepada kalian untuk tetap tenang. Sekarang, sudah ada penelitian besar2an, bahkan secara masif tentang hubungan antara “Etnis” dan “Ras” Manusia secara Antropologis dan Genetika. Kunjungi:
      1. Wikipeda: Human DNA, Kromosom Y Adam dan Siti Hawa Mitokondria.
      2. Film Dokumentasi dari Nat Geo: Searching for Adam, The Real Eve (versi BBC) dan Human Family Tree.
      3 Kunjungi situs website: The Genographic Project, Ancestry.com, Family Tree DNA, 23andMe, dll.

      Tolong jaga etika kalian di forum internet manapun karena aku percaya kalau kalian2 semua berkumpul dan berdiskusi tentang hal ini, kalian tidak akan saling mengumpat seperti di dunia nyata, bukan dunia maya / cyber.

    • Saya suka ini macam hai ya jangan di kasih mati ahh , ini forum buat lihat orang yang katanya pribumi asli yg sedang berkhianat sama negara wkwkwkwk

  7. Bagi kalian2 yang rasis dan merasa diri nya yang paling benar, sebaiknya kalian dinginkan kepala kalian dulu. Sekarang sudah ada proyek ambisius untuk pemetaan Genetik pada Manusia diseluruh dunia. Contohnya adalah National Geographic The Genographic Project, kemudian juga lihat situs website Family Tree DNA, AncestryDNA, 23andMe, dll. Dari penelitian DNA Manusia ditilik dari sudut pandang Antropologi, The Genographic Project menyimpulkan bahwa tidak ada Ras Manusia di Planet Bumi ini. Seluruh umat Manusia di seluruh dunia ini, baik Orang Afrika, Eropa, Timur Tengah, India, Asia Timur – Tenggara, Aborijin Australia, Mongolia – Siberia, Eskimo dan Pribumi Amerika bisa menelusuri garis keturunan kuno bersama di Benua Afrika, khususnya di Afrika Timur sampai sekitar 150.000 – 200.000 Tahun lalu, yaitu Y DNA Adam / Scientific Adam dan Siti Hawa Mitokondria / Scientific Eve. Tingkat akurasi Tes DNA bisa mencapai 99,999999999999999999999999999999999999999999999% atau sudah 100% akurat. Selebihnya terserah kalian,,,,,,,,

  8. Perbedaan itu biasa jgn di perlebar yg nantinya akan menimbulkn kesenjangan ketidaksuka’n terhadap individu jgn pernah di masukan ke tengah2 rasialisme ,ingat jgn pernah menambah sejarah kelam di bumi indonesia ini ,,

  9. jujur soal cina atau gak saya gak masalah,saya adalah warga salah satu ka di indonesia, kotanya tidak sebesar bandung dan jakarta, namun di sana orang tionghoa yang saya kenal lebih sopan dan walaupun tidak membaur dengan penduduk sekitar masih tau norma sopan santun, jujur saja saya sering berbelanja di pusat elektronik yang rata2 vendornya keturunan tionghoa, dan saya pernah beberapa kali tertipu ( beli elektronik baru tapi dalam box dapat bekas ) namun hal itu tidak membuat saja antipati dan benci pada suatu etnis keseluruhan berpulang pada orangnya masing2. Tidak semua etnis tionghoa jahat dan memang tidak semua etnis pribumi baik, ada juga yang bengis dan jadi preman, jadi sebagai tolak ukurnya saya tidak mau main rasis dalam menilai suatu kelompok atau seseorang, tidak peduli dia dari etnis atau kelompok, agama, atau partai manapun kalau dia jahat maka biarkan hukum yang bicara,kalau dia baik dan sopan kitapun wajib baik dan sopan dalam bersikap kepada orang itu, permasalahan SARA yang ada sekarang adalah kebanyakan imbas dari politik pasca pilpres 2014 dan pilkada DKI yang memang kebetulan pemenangnya adalah etnis tionghoa, kalau cuma pejabat, Marie Elka Pangestu juga pernah jadi menteri bersama Kwik Kian Gie, Soeharto dan Gus Dur juga masih punya keturunan tionghoa, bahkan ketua DPR RI Setya Novanto jelas2 peranakan tionghoa ( walaupun mualaf ), waktu zaman SBY Marie Elka jadi menteri tidak pernah seribut sekarang, hal ini berarti murni karena politik dan dari pribadi ahok bukan dari etnis tionghoa seluruhnya-alangkah baiknya bisa bertoleransi dan menahan diri agar jangan sampai kejadian masa lampau tidak terjadi lagi, sebagai pribumi saya sebenarnya juga menyesal dan malu atas tragedi 98 dan meminta maaf kepada etnis tionghoa indo atas peristiwa masa lalu, waktu itu saya tinggal di luar jawa jadi tidak terlalu mengikuti kejadian di jawa terlebih ibukota-setau saya tionghoa di tempat saya tinggal dulu memang ketakutan dan memilih mengungsi ke daerah lain yang lebih aman, tapi hanya sebatas itu, alangkah baiknya kalau semua pihak menahan diri jangan sampai kejadian kelam terjadi kembali

  10. Maklum lah kalo orang cina itu rata” kaya ,menurut ajaran dia kan klo dia miskin dia masuk neraka. jadi segala Cara dengan Cara apapun dia itu harus kaya meskipun dengan cara menipu. Dia menanut paham kapitalisme
    Cina itu licik!

Tinggalkan komentar anda :) Kata-kata anda mencerminkan nilai diri anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s