‎”JANGAN SOMBONG…”

Sepasang angsa bersiap meninggalkan danau yg airnya mulai mengering. Seekor kodok mohon ikut pindah ke danau lain. Namun, angsa bingung bagaimana cara membawa si kodok.

Si kodok punya ide brilian, “Kalian gigit kedua ujung akar rumput ini, saya akan mengigit bagian tengahnya. Kemudian bawalah saya terbang” Angsa setuju. Mereka pun terbang.

Di angkasa, sekelompok burung memuji kecerdikan mereka & bertanya, “Kalian sungguh cerdik, siapa yg punya ide secemerlang ini ?”
Kodok menjawab dengan bangga “Ide saya”
Saat itu terlepaslah gigitannya, dia pun jatuh ke bawah & mati.

Pujian ibarat pedang bermata 2. Bisa produktif kalau disikapi dengan rendah hati; motivasi untuk berbuat lebih baik.
Tetapi bisa juga kontra-produktif jika disikapi dengan sombong. Jadi sikapilah pujian dengan penguasaan diri. Tanpa penguasaan diri kita akan mudah dimabukkan oleh pujian. Mabuk pujian awal kehancuran.

Pujian ibarat permen karet. Boleh dinikmati tetapi JANGAN ditelan…!

From : 첸연의 먀오족

Iklan

Tinggalkan komentar anda :) Kata-kata anda mencerminkan nilai diri anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s