Seni Berkomunikasi : Bagaimana Menang Dalam Debat

 

  1. Jangan langsung menjawab atau membantah pernyataan lawan bicara. Berikan jeda waktu 3 sampai 5 detik, sebelum Anda menyampaikan argumen Anda. Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda telah berusaha memahami pernyataan lawan bicara Anda dengan lebih baik. Sebaliknya, bila Anda langsung menjawab atau malah memotong pembicaraan mereka, hal itu menunjukkan bahwa Anda mengabaikan pendapat mereka.
  2. Jangan pernah menyalahkan mereka, tapi carilah point point dari pernyataan mereka yang dapat Anda setujui, dan sampaikan dengan tegas persetujuan Anda.Hal ini,akan meredakan emosi lawan bicara, dan “menyelamatkan” ego dan harga diri mereka, sehingga mereka akan lebih terbuka untuk menerima masukan atau argumen Anda. Jadikanlah “mencari point-point positif dari setiap gagasan orang lain” ini, sebagai respon alami Anda.
  3. Jangan “mengoreksi” pernyataan mereka kecuali “mutlak perlu”. Misalnya : bila bisnis atau pekerjaan Anda tidak ada hubungannya dengan dunia antariksa, dan lawan bicara Anda menyampaikan angka sekian ratus ribu kilometer, yang menyatakan jarak bumi ke bulan, maka hal ini tidak perlu dikoreksi. Walaupun sebenarnya Anda tahu persis bahwa angka yang mereka sebutkan salah. Mengapa ? Karena koreksi Anda tidak akan membuat perubahan, tidak memiliki dampak positif apapun untuk mencapai solusi, malah akan “melukai” ego mereka. Kecuali kalau pekerjaan Anda memang berkecimpung dalam dunia antariksa, dan kesalahan angka tersebut akan berdampak pada kegagalan project yang Anda kerjakan bersama, maka silahkan Anda sampaikan koreksi Anda.
  4. Gunakan referensi dari pihak ketiga : Dalam menyampaikan gagasan Anda, atau koreksi Anda atas gagasan lawan bicara Anda, sedapat mungkin menggunakan referensi pihak ketiga yang dapat berupa : buku, atasan atau orang yang ahli dibidangnya, data-data, instansi yang terkait, dsb. Jadi, daripada mengatakan “Menurut saya, …dst ” lebih baik Anda katakan “Menurut buku XYZ yang saya baca, …atau menurut fatwa dari majelis XYZ, … dst” .Ego seseorang akan lebih “nyaman” menerima informasi yang berseberangan dengan kenyakinan dia, bila berasal dari pihak ketiga yang tidak hadir disitu. Dibanding bila informasi tersebut berasal dari lawan bicaranya.
  5. Akuilah kesalahan Anda. Hal ini tidak akan membuat lawan bicara menginjak-injak, meremehkan, atau munyudutkan Anda. Seringkali, malah sebaliknya, mereka akan respect dengan kebesaran hati Anda. Dan, sebagai timbal baliknya, biasanya mereka akan “mengendorkan” keyakinan akan gagasan mereka, dan siap untuk saling “memberi-menerima” ide atau agumentasi dengan Anda.
  6. Jaga sikap Anda selama pembicaraan. Selalu menyebut nama lawan bicara. Orang akan lebih nyaman untuk mendengar namanya disebutkan selama pembicaraan, dari pada selalu mendengar kata ” Anda” / “Bapak” / “Ibu” dsb. Selalu menatap mata lawan bicara pada saat mendengarkan dan menyampaikan gagasan.Kelalaian dalam menatap mata lawan bicara akan menimbulkan kesan seolah-olah Anda menyembunyikan sesuatu.

Dari uraian 6 point diatas yang telah Anda baca, bila direnungkan lebih dalam, maka dapat disimpulkan bahwa intisari untuk memenangkan perdebatan hanyalah satu, yaitu menghindari perdebatan itu sendiri, sekalipun Anda dipihak yang benar !! Tidak seorangpun dapat memenangkan argumen atau teman dengan jalan berdebat.

Iklan

Tinggalkan komentar anda :) Kata-kata anda mencerminkan nilai diri anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s