Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tiong Hoa

Kerusuhan-kerusuhan yang menimpa etnis Tionghoa antara lain pembunuhan massal di Jawa 1946-1948, peristiwa rasialis 10 Mei 1963 di Bandung, 5 Agustus 1973 di Jakarta, Malari 1974 di Jakarta, Kerusuhan Mei 1998 di beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Solo ,dll. serta berbagai kerusuhan rasial lainnya
Beberapa contoh kerusuhan rasial yang terjadi yaitu :
Bandung, 10 Mei 1963
Kerusuhan anti suku peranakan Tionghoa terbesar di Jawa Barat. Awalnya, terjadi keributan di kampus Institut Teknologi Bandung antara mahasiswa pribumi dan non-pribumi. Keributan berubah menjadi kerusuhan yang menjalar ke mana-mana, bahkan ke kota-kota lain seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan.
Pekalongan, 31 Desember 1972
Terjadi keributan antara orang-orang Arab dan peranakan Tionghoa. Awalnya, perkelahian yang berujung terbunuhnya seorang pemuda Tionghoa. Keributan terjadi saat acara pemakaman.
Palu, 27 Juni 1973
Sekelompok pemuda menghancurkan toko Tionghoa. Kerusuhan muncul karena pemilik toko itu memakai kertas yang bertuliskan huruf Arab sebagai pembungkus dagangan.
Bandung, 5 Agustus 1973
Dimulai dari serempetan sebuah gerobak dengan mobil yang berbuntut perkelahian. Kebetulan penumpang mobil orang-orang Tionghoa. Akhirnya, kerusuhan meledak di mana-mana.
Ujungpandang, April 1980
Suharti, seorang pembantu rumah-tangga meninggal mendadak. Kemudian beredar desas-desus: Ia mati karena dianiaya majikannya seorang Tionghoa. Kerusuhan rasial meledak. Ratusan rumah dan toko milik suku peranakan Tionghoa dirusak.
Medan, 12 April 1980
Sekelompok mahasiswa USU bersepeda motor keliling kota, sambil memekikkan teriakan anti suku peranakan Tionghoa. Kerusuhan itu bermula dari perkelahian.
Solo, 20 November 1980
Kerusuhan melanda kota Solo dan merembet ke kota-kota lain di Jawa Tengah. Bermula dari perkelahian pelajar Sekolah Guru Olahraga, antara Pipit Supriyadi dan Kicak, seorang pemuda suku peranakan TiongHoa. Perkelahian itu berubah menjadi perusakan dan pembakaran toko-toko milik orang-orang TiongHoa.
Surabaya, September 1986
Pembantu rumah tangga dianiaya oleh majikannya suku peranakan TiongHoa. Kejadian itu memancing kemarahan masyarakat Surabaya. Mereka melempari mobil dan toko-toko milik orang-orang TiongHoa.
Pekalongan, 24 November 1995
Yoe Sing Yung, pedagang kelontong, menyobek kitab suci Alquran. Akibat ulah penderita gangguan jiwa itu, masyarakat marah dan menghancurkan toko-toko milik orang-orang Tiong Hoa.
Bandung, 14 Januari 1996
Massa mengamuk seusai pertunjukan musik Iwan Fals. Mereka melempari toko-toko milik orang-orang TiongHoa. Pemicunya, mereka kecewa tak bisa masuk pertunjukan karena tak punya karcis.
Rengasdengklok, 30 Januari 1997
Mula-mula ada seorang suku peranakan Tiong Hoa yang merasa terganggu suara beduk Subuh. Percekcokan terjadi. Masyarakat mengamuk, menghancurkan rumah dan toko TiongHoa.
Ujungpandang, 15 September 1997
Benny Karre, seorang keturunan Tiong Hoa dan pengidap penyakit jiwa, membacok seorang anak pribumi, kerusuhan meledak, toko-toko TiongHoa dibakar dan dihancurkan.
Februari 1998
Kraksaan, Donggala, Sumbawa, Flores, Jatiwangi, Losari, Gebang, Pamanukan, Lombok, Rantauprapat, Aeknabara: Januari – Anti Tionghua
Kerusuhan Mei 1998
Salah satu contoh kerusuhan rasial yang paling dikenang masyarakat Tionghoa Indonesia yaitu Kerusuhan Mei 1998. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Solo. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang terbunuh, terluka, mengalami pelecehan seksual, penderitaan fisik dan batin serta banyak warga keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia.
Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta yang sebenarnya yang terjadi dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian orang-orang tersebut.
5-8 Mei 1998
Medan, Belawan, Pulobrayan, Lubuk-Pakam, Perbaungan, Tebing-Tinggi, Pematang-Siantar, Tanjungmorawa, Pantailabu, Galang, Pagarmerbau, Beringin, Batangkuis, Percut Sei Tuan: Ketidakpuasan politik yang berkembang jadi anti Tionghoa.
Jakarta, 13-14 Mei 1998
Kemarahan massa akibat penembakan mahasiswa Universitas Trisakti yang dikembangkan oleh kelompok politik tertentu jadi kerusuhan anti Cina. Peristiwa ini merupakan persitiwa anti Cina paling besar sepanjang sejarah Republik Indonesia. Sejumlah perempuan keturunan Tionghoa diperkosa.
Solo, 14 Mei 1998 Ketidakpuasan politik yang kemudian digerakkan oleh kelompok politik tertentu menjadi kerusuhan anti Tionghua.
sumber :
Mau Berbisnis dgn modal minim… klik : http://reloadbiz.co.nr/

4 responses to “Kerusuhan Rasial Terhadap Etnis Tiong Hoa

  1. Etnis Tionghoa pada awalnya adalah pendatang dari luar negeri,dari negara China,pada saat generasi pertama mereka datang ke Indonesia.Pada saat itu China adalah negara yg sangat miskin&sengsara,jauh lebih miskin dari Indonesia,karena mereka adalah negara komunis,negara yg sangat tertutup sama sekali dgn pengaruh dari luar,negara tanpa agama,negara yg tidak berinteraksi dengan dunia luar(seperti Korea Utara saat ini),sehingga penduduk China menyebar ke seluruh dunia,termasuk Indonesia.Setelah mereka menempati tanah yg baru &dan mendapatkan kesempatan mencari nafkah di tanah yg baru,etnis Tionghoa seharusnya bisa lebih membaur dgn penduduk lokal,tidak diskriminasi terhadap ras lain,saling bantu-membantu dgn ras lain.Tapi pada kenyataannya etnis Tionghoa kurang bisa membaur dengan masyarakat pribumi,mengeksklusifkan diri,menganggap derajat mereka paling tinggi dibandingkan dengan ras lain,sehingga mereka mempunyai sifat diskriminasi yg semena-mena.Situasi ini sudah berjalan ratusan tahun,dan bisa meledak sewaktu-waktu seperti bom waktu,dan puncaknya adalah pada saat Mei 1998.Setiap kejadian pasti ada hikmah yg bisa diambil,supaya kita bisa berintrospeksi diri,supaya kejadian Mei 1998 tidak terulang lagi.Pembauran itu indah,karena bisa membuat bangsa dan negara tercinta Indonesia lebih maju lagi.Sudah saatnyalah semua ras yg hidup di bumi Indonesia bersatu untuk membangun bangsa ini.Bravo Indonesia !!!!

    • maaf sdr M Rifky sebaiknya anda kembali membaca buku-buku anda, jika tidak silahkan browsing diinternet lagi sebelum berkomentar :)

      pertama: bangsa tionghoa sudah lama datang Indonesia,bahkan sudah mengakar budaya dengan Indonesia,banyak kebudayaan indonesia yang berasal dari tiongkok salahsatunya wayang(dibawa oleh salah satu walisongo sunan kali jaga yang merupakan keturunan tionghoa dan berasal dari wayang potehi tiongkok),agama mayoritas penduduk indonesia juga disebarkan oleh masy tiongkok pada mulanya(ada dibanyak litelatur sejarah kita),6 dari 9 walisongo juga disebut-sebut sebagai orang tionghoa,baju muslim masyarakat indo juga berasal dari tiongkok,kuliner nusantara sangat diwarnai cita rasa tiongkok yang tentu telah dimodifikasi(bak cang,nasi goreng,bak so,bak pia,dll itu berasal dari tiongkok) ,dalam kemerdekaan juga bangsa tionghoa banyak sekali berpengaruh andil bagian(sangat berpengaruh malah) kita tengok rengasdengklok yangmana rumah yang dipakai adalah rumah etnis tionghoa,penyusunan pancasila juga tidak luput(dan masih banyak lagi) namun karena kebijakan rezim suharto jaman dahulu yang anti tionghoa dan tiongkok jadi banyak yang tidak dicatat dalam sejarah sekolah namun diberbagai litelatur masih bisa ditemui, bahkan komunispun andil banyak dalam kemerdekaan dan menjaga kemerdakaan kita saat jaman soekarno(pada masa itu indonesia tidak didukung US saat akan mendeka sehingga meminta restu komunis dan akhirnya merdekalah kita) dan yang paling mengejutkan lagi adalah pernah ada penelitian yang mengatakan bahwa leluhur orang indonesia berkulit putih adalah bangsa tiongkok yang berlayar ke nusantara pada jaman dahulu, kulit gelap papua dari bangsa afro,sedangkan kulit coklat berasal dari perpaduan etnis tiongkok utara(mainland china termasuk),india,dan campur dengan lainnya.

      kedua: soal komunis dan miskin itu juga tidak sepenuhnya benar apalagi kalo anda cermat mayoritas suku tionghoa yang ada dan tinggal diindonesia adalah tenglang(hokkian)/tang ren(dalam bhs mandarin) yang umumnya berasal dari tiongkok selatan(taiwan) nah taiwan kan KMT nasionalis bukan komunis seperti di RRT/mainland/china, jadi sangat tidak tepat berkata demikian

      ketiga: soal tidak membaur,ekslusif dan stereotipe lain lain itu juga tidak sepenuhnya benar, kecuali anda tinggal di lingkungan yang memang sangat rasis, coba anda tengok ke daerah singkawang,benteng dan tempat-tempat lainnya pasti generally mereka tidak akan spt itu

      terimakasih :)

      • Dek Faig Fakhri, terima kasih atas penjelasannya yg sangat bijak dan wawasan yg luas, sejarah dan fakta yg di di tuliskan, Tuhan memberkati

      • Mama saya orang asli java dan ayah saya asli orang cina, saya lahir di Turisari, Solo, semasa kecil saya bermain di Mangkubumen. SD saya di sekolah Cina, SMA sawya disekolah Katolik, dan saya selanjut 3 tahun di GAMA, seterusnya saya lulus universitas di Eropa.
        Nah saya memiliki kwalitas Jawa, Cina dan Eropa. Saya orang dunia.
        Masa kecil saya sangat miskin, pernah makan gaplek (singkong kering) + gula pasir? Pernah makan nasi kecap + irisan brambang merah?
        Nah orang harus bertumbuh dan maju, jangan berpikiran sempit. Kesempatan itu harus ditangkap dan dilancarkan..
        Ini mencerminkan nilai diri saya sebagai orang dunia.

Tinggalkan komentar anda :) Kata-kata anda mencerminkan nilai diri anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s